Benarkah pembukuan al-qur’an itu bid’ah secara syar’i?

By ibnu abdullah

Benarkah para sahabat generasi yang terbaik dalam umat ini melakukan bid’ah secara syar’i?sebagai mana yang sering kita dengar bahwa pengumpulan al-qur’an pada zaman Abu Bakar dan pembukuan Al-Quran pada zaman utsman radhiyallahu ‘anhuma adalah bid’ah hasanah. padahal mereka para sahabat yang mulia tersebut tentulah sangat mengerti makna dari

pengertian bid’ah yang sebenarnya? Ataukah mreka para sahabat telah menyelisihi sabda rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya: ”kullu bid’atin dhalalah”?.
Allahu musta’an,wallahu a’lam bishawab.

Kita perhatikan Firman allah ta’ala berikut ini: إن علينا جمعه وقرآنه ‘Dan atas kamilah mengumpulkan Al-Quran (didalam dadamu) dan membacanya’(Al-Qiyamah:17)
berdasarkan keumuman lafadz ayat yang mulia ini,maka terdapat isyarat dianjurkannya mengumpulkan Al-Quran-apakah dengan cara menghafalnya ataupun membukukanya.dan kita ketahui bahwa jika ada dalil yang menunjukan disyareatkanya sesuatu berarti hal tersebut bukanlah bid’ah.Apalagi jika dari kalangan para sahabat sendiripun mengerjakannya dan menyepakatinya.Kalau ada yang berkata: ‘Lalu kenapa dizaman Rasulullah pada waktu itu Al-Quran tidak dibukukan? Jawabnya adalah:’dizaman Rasulullah masih ada pencegah/penghalang untuk dibukukannya karena Al-Quran pada zaman itu masih turun secara berangsur-angsur,dan terkadang Allah menghapus ayat yang dikendakinya dan menggantinya dengan yang dikehendakinya pula.Oleh karna itu setelah Rasulullah meninggal maka mereka para sahabat baru mengumpulka dan membukukannya disebabkan karna agama ini telah sempurna dan wahyu telah terputus.dan dikarnakan pula sebab-sebab yang lain sehingga terjadi pada zaman Abu Bakar-Utsman Radhiyallahu anhuma.Dan perlu kita ketahui bahwa ulama pada zaman pengumpulan dan pembukuan Al-Quran ini adalah para sahabat nabi dan diantara mereka telah sepakat dan tidak ada perselisihan tentang permasalahan ini,dan ijma ulama adalah salah satu hujjah di dalam islam,berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ”Sesungguhnya Allah ta’ala telah melindungi umatku untuk bersepakat diatas kesesatan”(HR:Ibnu Abi Ashim dari Annas ain Malik dan di hasankan oleh Al-albani dalam shahihul jami’(Lihat kitab Ushul Bida’-karangan Ali Al-Halabi,232).
Wallahu a’lam bish-shawab.

Tag:

Tinggalkan Balasan